Jangan Menunggu Harapan Datang

Kalimat yang paling sering kita dengar dari banyak orang adalah keluhan.Ingin hidup berubah, ingin mimpi terwujud, ingin keadaan membaik—tetapi berharap semuanya datang secara instan. Padahal tidak ada keberhasilan yang lahir dalam semalam.

Sering kali kita hanya terpaku pada keadaan. Menunda banyak hal, lalu menyalahkan situasi atau nasib yang dianggap tidak berpihak. Hari-hari berjalan tanpa arah, kurang produktif, malas belajar, malas bertanya, dan minim pengalaman. Padahal, untuk menjadi ahli dalam satu bidang, seseorang harus mencoba dan terus mencoba, termasuk dalam dunia menulis.

Menjadi penulis hebat bukan soal bakat semata, melainkan tentang bertahan saat proses terasa berat.

Lihat saja kisah Dee Lestari. Ia mulai menulis diam-diam sejak usia sembilan tahun. Berkali-kali merasa frustasi karena tulisannya tidak sesuai kriteria majalah. Bahkan naskah Supernova sempat diragukan akan diterima penerbit, hingga akhirnya ia menerbitkannya sendiri pada tahun 2001. Hasilnya di luar dugaan: ribuan buku habis terjual hanya dalam waktu dua minggu. Setelah itu lahirlah karya-karya fenomenal seperti Perahu Kertas dan Aroma Karsa.

Eat My Belly “Tentang Makanan, Inscure dan Self Love”

Eat My Belly Novel yang meningatkan kalau kamu berharga

Nourans, pernahkah kalian merasa kurang percaya diri karena bentuk tubuh atau penampilan fisik? Di tengah standar sosial yang sering menuntut kesempurnaan, banyak orang akhirnya tumbuh dengan rasa insecure dan sulit menerima diri sendiri. Perasaan itulah yang diangkat dalam novel Eat My Belly karya Vica Lietha yang diterbitkan oleh Noura Books. Novel ini bukan hanya menghadirkan kisah ringan penuh humor, tetapi juga menyimpan pesan mendalam tentang penerimaan diri, kesehatan, dan perjuangan mencintai tubuh sendiri.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Karin, seorang perempuan muda yang memiliki hubungan rumit dengan makanan dan rasa percaya dirinya. Karin sangat menyukai berbagai makanan favorit seperti es boba, seblak, sate ayam, hingga nasi padang. Meski sadar kebiasaan tersebut berdampak buruk bagi kesehatan, ia tetap sulit melepaskan kenyamanan dari makanan-makanan itu. Di sisi lain, ia juga harus menghadapi tekanan sosial terhadap bentuk tubuhnya yang gemuk.

Foto penulis novel Eat My belly | Vica Lieta Sumber : https://www.bantenraya.com/

Kehadiran Dokter Raza menjadi warna tersendiri dalam cerita. Sosok dokter yang tegas namun perhatian ini sering mengingatkan Karin tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat. Interaksi keduanya menghadirkan banyak momen lucu dan hangat yang membuat cerita terasa ringan serta menghibur. Namun, di balik humor tersebut, tersimpan pesan penting tentang ancaman obesitas dan diabetes yang sering dianggap sepele oleh banyak orang.

Di Balik Majalah Dinding yang Sepi

Gambar kegiatan eskul jurnalistik, dan mading sekolah

Hujan baru saja reda ketika Arga membuka pintu ruang eskul jurnalistik. Aroma kertas, tinta printer, dan kopi sachet bercampur menjadi satu. Di ruangan kecil itu hanya ada tiga komputer tua, satu lemari penuh majalah bekas, dan papan tulis yang mulai kusam.

Namun bagi Arga, ruangan itu terasa seperti ruang redaksi sebuah media besar.

“Datang lagi paling awal?” suara Pak Damar terdengar dari belakang.

Arga tersenyum kecil. “Mau nyelesaiin artikel, Pak.”

Pak Damar meletakkan tasnya di meja. “Tentang apa?”

“Pedagang gorengan depan sekolah.”

Pak Damar tertawa pelan. “Kenapa bukan artis atau berita viral?”

Arga mengangkat bahu. “Karena orang kecil juga punya cerita.”

Jawaban itu membuat Pak Damar diam beberapa detik.

“Makanya kamu cocok masuk jurnalistik,” katanya sambil menyalakan komputer.

Eskul jurnalistik di sekolah mereka tidak terlalu diminati. Banyak siswa menganggap kegiatan itu membosankan. Tidak ada sorak penonton seperti futsal. Tidak ada panggung megah seperti band sekolah.

Yang ada hanya mengetik, revisi, wawancara, dan begadang menyusun majalah sekolah.

Sepenggal Kata

Gambar okus dan konsisten menulis

Ada masa ketika seseorang ingin bercerita, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ingin didengar, tetapi merasa tidak ada yang benar-benar mau mendengarkan. Mungkin kamu juga pernah berada di titik itu—menyimpan banyak mimpi, ide, dan keresahan sendirian, tanpa tahu kepada siapa semuanya harus dibagikan.

Kadang yang paling melelahkan bukan perjalanan menuju mimpi, melainkan berjalan tanpa dukungan. Tidak ada teman diskusi, tidak ada komunitas yang sejalan, bahkan sekadar seseorang yang mau mendengar cerita tentang buku yang baru selesai kamu baca pun terasa sulit ditemukan.

Padahal, bisa jadi tulisan-tulisan kecilmu diam-diam memiliki arti bagi orang lain.

Ada orang yang memang lebih mudah menulis daripada berbicara. Saat mulut memilih diam, jari-jarinya justru sibuk mengetik atau mencoretkan kata demi kata. Awalnya mungkin hanya iseng, sekadar pelampiasan rasa sepi atau penat. Namun, dari situlah sering lahir tulisan yang tulus dan terasa hidup.

Menulis itu seperti menanam benih di tanah yang sunyi. Pada awalnya tidak terlihat apa-apa. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada pujian. Tetapi jika terus dirawat, suatu hari ia akan tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Cara Mulai Nulis Novel dari Nol Sampai Tamat

Banyak orang ingin menulis novel, tapi hanya sedikit yang benar-benar berani memulainya. Lebih sedikit lagi yang mampu menyelesaikannya.

“Gak Jago Nulis? Tetap Bisa Punya Novel” hadir sebagai teman perjalanan bagi siapa pun yang pernah duduk di depan halaman kosong, lalu bingung harus mulai dari mana. Buku ini bukan sekadar panduan teknis menulis, tetapi juga pendamping mental bagi penulis pemula yang sering berhadapan dengan rasa ragu, takut salah, overthinking, hingga kehilangan arah di tengah proses.

Di dalam buku ini, pembaca diajak memahami bahwa menulis bukanlah soal bakat bawaan, melainkan proses yang bisa dipelajari dan dilatih. Banyak calon penulis berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena terlalu menunggu “siap”, menunggu “mood”, atau menunggu “ide sempurna” yang sebenarnya tidak pernah datang.

Melalui bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian, buku ini membimbing pembaca dari titik nol: bagaimana mengatasi rasa ragu untuk memulai, bagaimana menemukan ide dari hal-hal sederhana di sekitar, hingga bagaimana mengembangkan ide tersebut menjadi cerita yang utuh. Tidak hanya itu, pembaca juga diajak memahami cara menyusun alur cerita agar tidak berantakan, cara tetap menulis tanpa bergantung pada mood, serta cara menghadapi kebuntuan di tengah proses menulis yang sering membuat banyak orang berhenti.

Dari Ide Buntu ke Cerpen Keren

Banyak orang ingin menulis cerpen, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ide terasa buntu, cerita berhenti di tengah jalan, atau tulisan terasa “biasa saja” dan tidak menarik untuk dibaca. Jika kamu pernah mengalami hal itu, buku ini hadir sebagai jawabannya.

“Dari Ide Buntu ke Cerpen Keren: Panduan Praktis untuk Pemula dari Ide Kosong sampai Cerpen Siap Publish” adalah panduan lengkap yang dirancang khusus untuk membantu siapa pun—terutama pemula—agar bisa menulis cerpen dengan cara yang lebih mudah, terarah, dan menyenangkan.

Buku ini tidak hanya membahas teori, tetapi langsung mengajak pembaca memahami proses menulis dari awal hingga akhir. Dimulai dari cara menemukan ide tanpa harus menunggu inspirasi, lalu dilanjutkan dengan teknik menyusun premis yang kuat agar cerita tidak melebar. Pembaca juga akan belajar bagaimana menciptakan karakter yang terasa hidup, merancang alur cerita yang jelas, serta membangun konflik yang membuat pembaca terus ingin mengikuti cerita sampai selesai.

Tidak berhenti di situ, buku ini juga membahas teknik membuka cerita yang mampu langsung menarik perhatian, serta cara menulis ending yang berkesan dan tidak klise. Gaya bahasa yang sederhana namun tetap mengena juga menjadi bagian penting yang dibahas, sehingga tulisan tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga mampu menyentuh emosi pembaca.

MTs Tarbiyatul Akhlak: Sekolah Biasa, Hasilkan Penulis Luar Biasa

Foto bersama peserta giat literasi MTs Tarbiyatul Akhlak dan Duta Baca Provinsi Banten, Leo Ikals

Kegiatan bimbingan menulis dan pengembangan literasi sukses diselenggarakan pada 17 April 2026 di MTs. Tarbiyatul Akhlak Kramat Watu, Kabupaten Serang. Acara ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa yang mengikuti setiap sesi dengan semangat tinggi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Suherman, S.T., M.M. yang juga dikenal dengan nama pena Leo Ikals, penulis novel Arsitek Kehidupan dan buku Berdaya Lewat Menulis, serta menjabat sebagai Ketua GPMP Kabupaten Serang. Dalam penyampaiannya, Leo Ikals memberikan motivasi kepada para siswa agar berani memulai langkah menjadi penulis sejak dini. Ia menegaskan bahwa menulis bukan hanya soal bakat, tetapi juga tentang konsistensi dan kemauan belajar.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan motivasi kepada generasi muda agar siap menjadi penulis handal di masa depan. Sebagai langkah awal, para siswa akan diajak untuk menyusun buku antologi cerpen karya bersama tim atau anggota literasi sekolah. Diharapkan, karya tersebut dapat menjadi kenangan sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan mereka di dunia kepenulisan.

Cara Candu Menulis No Writer Block

Buku Candu Menulis adalah panduan praktis bagi siapa saja yang ingin membangun kebiasaan menulis secara konsisten tanpa tekanan. Berangkat dari masalah umum seperti malas, overthinking, dan menunggu mood, buku ini mengajak pembaca mengubah pola pikir dari “harus bagus” menjadi “yang penting mulai”.

Melalui teknik sederhana seperti metode 3 kalimat, 5 menit, hingga cara mengatasi writer’s block, pembaca akan dibimbing untuk menjadikan menulis sebagai aktivitas yang ringan dan menyenangkan. Tidak hanya itu, buku ini juga membantu mengembangkan kebiasaan menjadi karya nyata, hingga berani mempublikasikan tulisan tanpa rasa takut.

Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Candu Menulis menunjukkan bahwa siapa pun bisa menulis, bahkan menjadikannya sebagai gaya hidup. Buku ini bukan tentang menjadi penulis hebat dalam semalam, tetapi tentang membangun kebiasaan kecil yang konsisten hingga akhirnya membuat kita “ketagihan” menulis.

Berikut 5 manfaat utama dari buku Candu Menulis:

Belajar Menulis yang Tidak Hanya Dibaca, Tapi Juga Dirasakan.

Setiap tulisan hebat selalu berawal dari ide sederhana. Namun tidak semua orang tahu cara mengolahnya menjadi kisah yang hidup dan berkesan. Buku ini membimbing Anda langkah demi langkah dalam menulis feature—mulai dari menemukan ide, membangun alur, hingga menyisipkan emosi yang menyentuh pembaca. Dengan pendekatan praktis dan mudah dipahami, Anda akan belajar mengubah hal biasa menjadi tulisan luar biasa yang mampu meninggalkan kesan mendalam.

Jika anda ingin:

  • Ide sederhana bisa jadi tulisan luar biasa—jika tahu caranya.
  • Belajar menulis yang tidak hanya dibaca, tapi diingat.
  • Dari hal kecil, lahir cerita besar.
  • Dari Ide Sederhana Jadi Tulisan yang Bikin Pembaca Terpikat
  • Mengubah Ide Biasa Menjadi Feature yang Mengena di Hati
  • Dari Ide Kecil ke Tulisan yang Tak Terlupakan

Maka pas buku ini yang anda butuhkan karena buku Menyentuh Lewat Kata: Teknik Menulis Feature Dari Ide Sederhana Menjadi Tulisan yang Berkesan ini akan bukan hanya memberikan panduan secara teori tetapi pada tahapan praktik atau teknis yang detail dengan gaya storytelling yang kuat hingga pembaca menjadi terpikat dan berkesan dihati seperti merasakan langsung seperti apa yang dituliskan.

Buku ini cocok untuk:

  • Pemula yang ingin mulai menulis dari nol
  • Pelajar & mahasiswa untuk tugas dan latihan menulis
  • Content writer & blogger agar tulisan lebih menarik
  • Jurnalis pemula memahami penulisan feature
  • Penulis freelance untuk meningkatkan kualitas dan peluang

Singkatnya, untuk siapa saja yang ingin tulisannya tidak hanya dibaca, tapi juga dirasakan.

5 Poin Nilai Buku

  1. Memahami dasar dan struktur feature
  2. Teknik storytelling yang mudah diterapkan
  3. Cara membangun emosi dalam tulisan
  4. Tips agar tulisan lebih hidup dan tidak kaku
  5. Panduan praktis dari ide hingga jadi feature utuh

Jika anda benar-benar ingin bisa dan serius bisa piawai menulis feature silahkan download bukunya sekarang.

Bongkar cara realistis hidup dari menulis

buku panduan menghasilkan uang dari menulis

Di era yang serba cepat ini, menulis bukan lagi sekadar aktivitas menuangkan ide, tetapi telah berkembang menjadi keterampilan yang mampu membuka banyak peluang. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), membawa perubahan besar dalam dunia penulisan. Namun di balik perubahan tersebut, tersimpan peluang yang jauh lebih besar bagi mereka yang mampu beradaptasi.

Buku ini hadir sebagai panduan praktis bagi siapa saja yang ingin menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan di era digital. Tidak hanya membahas teori, tetapi juga langkah-langkah nyata yang bisa langsung diterapkan, bahkan bagi pemula yang memulai dari nol. Penulis berharap buku ini dapat memberikan wawasan, motivasi, dan arah yang jelas bagi pembaca untuk mulai melangkah. Karena pada akhirnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang kita tahu, tetapi seberapa berani kita bertindak.

Cara Hidup dari Menulis di Era AI

Banyak orang mengira menulis hanya sekadar hobi, bukan sumber penghasilan. Padahal di era AI, justru penulis punya peluang lebih besar dari sebelumnya. Buku ini membongkar cara realistis hidup dari menulis—mulai dari nol, tanpa modal, hingga menghasilkan dan berkembang. Disertai strategi praktis, roadmap jelas, dan peluang yang relevan di 2026. Jika kamu ingin mengubah tulisan menjadi income, buku ini adalah titik awalnya.