![]()
“Hari ini kami tidak hanya melepas siswa kelas IX, tetapi juga menyaksikan lahirnya sebuah karya yang akan menjadi jejak intelektual mereka. Buku ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar untuk berkarya, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasannya kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan penerbitan buku ini menjadi awal tumbuhnya budaya literasi yang semakin kuat serta mampu melahirkan lebih banyak karya dari peserta didik di masa mendatang.
Sementara itu, Leo Ikals menegaskan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca semata. Menurutnya, literasi harus mampu menghasilkan karya nyata yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Program Duta Baca Berliteraksi lahir dari keyakinan bahwa literasi tidak cukup berhenti pada kegiatan membaca. Literasi harus mampu melahirkan karya, membangun kepercayaan diri, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Karena itu, kami mendorong siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi penulis dan kreator,” katanya.