Mungkin saat ini dunia belum mengenalmu. Bukan karena kamu tidak punya kemampuan, tetapi karena kamu belum memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk menunjukkan apa yang kamu sukai, apa yang kamu perjuangkan, dan apa yang sebenarnya ingin kamu capai.
Dunia literasi tidak selalu dimulai dari tempat besar. Kadang inspirasi datang dari hal-hal sederhana—obrolan di warung kopi, percakapan kecil di perjalanan, atau suara ibu-ibu yang sedang berbincang saat membeli sayur. Seorang penulis belajar menangkap kehidupan dari hal-hal yang sering dianggap biasa.
Karena itulah, menulis tidak selalu harus ramai. Banyak penulis bekerja dalam diam. Diam-diam belajar, diam-diam menyiapkan karya, lalu tanpa disadari tulisannya mampu menemani dan menguatkan banyak orang.
Memang tidak semua orang akan mendukung langkahmu. Ada kalanya orang terdekat justru meremehkan apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal itu sering membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri.
Namun, jangan terlalu lama berhenti hanya karena tidak mendapat tepuk tangan.