![]()
Ia menilai terbitnya Titik Nol menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghasilkan karya berkualitas ketika mendapatkan ruang, pendampingan, dan ekosistem yang mendukung.
“Titik Nol bukan sekadar judul buku. Ini adalah simbol keberanian untuk memulai. Setiap penulis besar pernah berada di titik nol. Hari ini para siswa MTs Al-Khairiyah Margagiri telah membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang membanggakan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, madrasah juga memperkenalkan Agen Literasi sebagai upaya memperkuat budaya membaca dan menulis di kalangan siswa. Agen Literasi diharapkan menjadi penggerak yang mampu menginspirasi teman-temannya untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pembina Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sekaligus pembimbing kelas menulis, Hilyati Mansyur, S.P., menyebut keberhasilan penerbitan buku tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para siswa dengan penuh kesabaran dan konsistensi.

“Literasi adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Kami bangga karena para siswa mampu menyelesaikan karya hingga diterbitkan menjadi buku. Semoga ini menjadi awal lahirnya lebih banyak penulis muda dari MTs Al-Khairiyah Margagiri di masa yang akan datang,” ungkapnya.