Percayalah, di luar sana selalu ada orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama denganmu. Kamu bisa menemukannya lewat komunitas, kelas, buku, atau bahkan pertemuan sederhana yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Dari sana, kamu akan belajar bahwa bertumbuh tidak harus sendirian.
Kalau hari ini kamu sedang malas membaca, ingatlah bahwa masih banyak orang yang ingin membaca tetapi tidak memiliki akses pada buku dan ilmu. Dan jika hari ini kamu malas menulis, ingatlah bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Selama masih diberi waktu, kesehatan, dan kesempatan hidup, cobalah mengisi hari dengan hal-hal yang membuat dirimu berkembang. Tidak perlu langsung hebat. Mulailah dari langkah kecil. Membaca lima belas menit sehari atau menulis beberapa paragraf sederhana pun sudah cukup.
Konsistensi kecil sering kali lebih kuat daripada semangat besar yang hanya datang sesekali.
Jangan menunggu suasana hati sempurna untuk mulai menulis. Sebab penulis bukan orang yang selalu punya mood, melainkan orang yang tetap menulis meski sedang malas, ragu, atau lelah.