Penulis Kaya Dalam Keabadian

Gambar menulis dikutip dari: https://www.ikapi.org

 Rasanya saya belum pernah dengar kata-kata dari tokoh penulis yang menggembar-gemborkan nulis itu jadi kaya. Meskipun banyak penulis yang bisa mendapat banyak uang dan dari hasil menulis.

Mungkin ada juga menjadi penulis sebagai peluang untuk mendapat cuan atau sebuah industri. Tapi apakah tiap penulis bisa sukses semua.

Misalnya dengan banyaknya karya atau bukunya yang berhasil terbit dan dicetak berkali-kali berjuta-juta eksemplar. Apakah setelah melewati itu akan mendatangkan kebahagiaan? Apalagi tokoh-tokoh terdahulu yang karya-karyanya dicari, diburu, dan dibaca oleh ribuan dan jutaan orang, hingga saat ini dan yang akan datang.

Menurut saya, mungkin terlalu rendah bila kita menulis atau berprofesi sebagai penulis hanya berharap dapat uang. Ya, memang tidak munafik, siapakah yang tidak butuh uang. Tapi coba pikirkan kembali bahwa menulis itu lebih dari sekedar mencari uang, cari kekayaan, atau popularitas. Bagaimana untuk sampai pada pandangan yang lebih tinggi levelnya atau kedudukannya. Karena kata Pramoedya Ananta Toer “Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Ia juga mengatakan bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”. Begitupun penulis itu bisa menjadi apa saja. Seperti kita memiliki sebuah pisau. Untuk apa digunakan. Bisa untuk mengiris barang-barang didapur, atau bisa juga untuk dipakai dalam hal kejahatan.

KEJUTAN SEBUAH BUKIT

Cerpen Azkha

“Nani aku coba bubur kacang ijonya, ya IIII”Aku menghampiri Nani yang berada di pojok kelas sambil memakan bubur kacang ijo.

“Nich, silahkan.”Nani menyodorkan mangkok yang berisi bubur kehadapanku.

“Aku ingin coba, apakah sama atau tidak rasanya dengan buatan papahku. “Aku berkata sebelum memasukkan bubur kacang ijo itu kedalam mulutku.

“Emmmm…… Rasanya nggak beda jauh,lumayan enak.”Aku berkata setelah merasakannya.

“Emangnya papamu sering bikin bubur kacang ijo …???”Nani berkata keheranan.

Aku tersenyum kecil lalu aku berkata “Dulu papaku pernah jualan bubur kacang ijo.saat itu setiap harinya aku menghabiskan tiga mangkuk bubur kacang ijo.

“Lala apakah kamu mau makan buburku juga, ini…???”Nana bersuara dari arah depan, kebetulan dia juga makan bubur kacang ijo di meja depan dalam barisan yang sama.

“iya, kebetulan Aku lapar, boleh Aku habiskan ???” Aku langsung menghampiri dan mengambil mangkok darinya.

Aku melihat Yagi berlari terbirit-birit keluar dari kantor sekolah menuju aku yang sedang asyik makan bubur di salah satu ruang kelas dari jendela.

Peringatan Hari Ibu, Smartfren Comunity Kab. Serang Ajak Perempuan Berkarya dan Berdaya Lewat Menulis Buku

Foto kegiatan diskusi literasi dari samping kiri Widiya, pengarang novel Fluida Rasa dan
Fitri Amaliyah, pengarang novel Fiil Mudhari serta Leo Ikals leader smarfren comunity Kab serang, Ketua GPMB Kab serang.

Kabupaten Serang – Dalam rangka memperingati hari ibu, Smartfren Community Kabupaten Serang berkolaborasi dengan Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Serang serta Komunitas Rumah Menulis dari SMKN 1 Pulo Ampel dan MAS Nurul Hidayah Bojonegara mengadakan diskusi literasi dengan menghadirkan dua narasumber yakni Fitri Amaliyah seorang pengarang buku novel Fiil Mudhoriik dan Widiyah Penulis novel Fluida Rasa yang bernama Widiyah di SMKN 1 Puloampel Kabupaten Serang.

Leo Ikals selaku Leader Smartfren Community Kabupaten sekaligus ketua GPMB Kabupaten Serang mengatakan bahwa perempuan harus berdaya, salah satunya adalah dengan cara menulis atau membuat karya sebuah buku, atau menjadi seorang penulis.

“Lewat momen hari ibu ini kita ingin mengajak kepada para perempuan dimanapun untuk bisa berdaya, salah satunya adalah dengan menulis buku. Kenapa menulis? Karena menulis dapat memberikan banyak manfaat, seperti Meningkatkan kesejahteraan mental, Memicu kreativitas individu, Membuka bakat terpendam seseorang, Meningkatkan keterampilan individu dalam mencari solusi, Menumbuhkan rasa syukur individu.” Tutur Leo Ikals dalam Sambutannya.

Intisari Buku Atomic Habits

Buku Atomic Habits karya James Clear adalah panduan tentang bagaimana membangun kebiasaan positif dan menghilangkan kebiasaan buruk dengan cara yang efektif dan berkelanjutan. Buku ini berfokus pada konsep “perubahan kecil yang konsisten” dan bagaimana kebiasaan-kebiasaan kecil ini dapat berkembang menjadi perubahan besar dalam hidup.

Berikut adalah beberapa konsep utama yang dibahas dalam Atomic Habits:

  1. Kekuatan Kebiasaan Kecil: Clear menekankan pentingnya membuat perubahan kecil dan konsisten yang dapat terakumulasi menjadi perubahan besar seiring waktu. Misalnya, jika Anda ingin menjadi lebih sehat, alih-alih langsung berfokus pada tujuan besar, mulailah dengan kebiasaan kecil seperti berjalan kaki 5 menit setiap hari.
  2. 4 Hukum Perubahan Kebiasaan: Clear mengembangkan sebuah kerangka untuk membentuk kebiasaan yang lebih baik, yaitu:
  • Hukum 1: Buat itu terlihat (Cue) – Mengidentifikasi pemicu yang mendorong kebiasaan yang ingin Anda bentuk. Misalnya, jika Anda ingin makan lebih sehat, tempatkan buah-buahan di tempat yang mudah terlihat.
  • Hukum 2: Buat itu menarik (Craving) – Mengubah cara pandang terhadap kebiasaan tersebut sehingga Anda merasa tertarik untuk melakukannya. Ini bisa melibatkan mengganti aktivitas yang kurang menyenangkan dengan sesuatu yang lebih menyenangkan.
  • Hukum 3: Buat itu mudah (Response) – Mengurangi hambatan untuk memulai kebiasaan baru. Misalnya, jika Anda ingin berolahraga, buatlah persiapan semudah mungkin seperti menyiapkan pakaian olahraga di malam sebelumnya.
  • Hukum 4: Buat itu memuaskan (Reward) – Memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah melakukan kebiasaan yang diinginkan untuk memperkuat kebiasaan tersebut.
  1. Identitas dan Kebiasaan: Salah satu gagasan utama dalam buku ini adalah bahwa kebiasaan kita tidak hanya membentuk hasil, tetapi juga identitas kita. Misalnya, bukan hanya tentang “saya ingin menjadi orang yang berolahraga”, tetapi “saya adalah orang yang aktif”. Dengan mengubah cara kita melihat diri kita, kita lebih cenderung untuk menjalani kebiasaan tersebut.
  2. Pengulangan dan Konsistensi: Clear menekankan pentingnya pengulangan dalam membentuk kebiasaan. Kebiasaan yang terbentuk dari pengulangan yang konsisten akan menjadi lebih mudah dilakukan seiring waktu dan akan menjadi bagian dari identitas kita.
  3. Kekuatan Lingkungan: Lingkungan kita sangat mempengaruhi kebiasaan yang kita lakukan. Mengubah lingkungan agar lebih mendukung kebiasaan positif adalah cara yang efektif untuk memperkuat kebiasaan tersebut. Misalnya, jika Anda ingin lebih sering membaca, letakkan buku-buku di tempat yang mudah dijangkau.

Secara keseluruhan, Atomic Habits memberikan pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari, dengan penekanan pada pentingnya perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Buku ini sangat berguna bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya melalui perubahan kebiasaan yang lebih baik.

dibuat oleh https://chatgpt.com/

Bila ingin download buku fersi pdfnya klik disini…

Hari Guru | Siswa Gelar Apresiasi Untuk Guru SMKN1 Puloampel

Foto Bersama Dewan Guru SMKN1 Puloampel usai upacara peringatan
Hari Guru Nasional 25 November 2024

Tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) di Indonesia. Hari ini merupakan momen yang penting untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada para guru yang telah memberikan dedikasi dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan. Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, guru memegang peranan yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Oleh karenaya momen yang sangat baik ini dimanfaatkan oleh seluruh siswa SMKN1 Puloampel untuk mengadakan gelar apresiasi kepada para dewan guru, wali kelas dan seluruh pegawai SMKN1 Puloampel. Seperti memberi ucapan selamat dan memberi semangat serta berbagi hadiah atau simbolis dan yang lebih penting adalah terus mendoakan baik itu kepada kepala sekolah dan sejumblah guru lainya.

Tidak lain tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru dan semua pegawai SMKN1 Puloampel atas dedikasi dan perjugan dan pengorbanannya yang begitu besar selama mengajar dan mendidik siswa.

Pendiri Rumah Menulis

Aat Atoilah (Pendiri Rumah Menulis) Saat memberikan materi
Literasi Digital di SMKN1 Puloampel 2024

Dengan melihat kondisi saat ini, karena adanya kemajuan teknologi yang memberikan dampak baik positif maupun negatif. Seperti adanya smartphone, dan alat teknologi internet lainnya. Kebanyak anak-anak sekarang sering dan lebih suka bermain HP, dibandingkan membaca buku atau belajar menulis. Oleh karena itu perlu adanya dorongan dan upaya untuk mengembalikan generasi muda saat ini menjadi gemar membaca dan menulis.

Perkenalkan nama saya Aat Atoilah, biasa dipanggil pak Aat atau ka Aat, saya bekerja di salah satu sekolah negeri yaitu SMKN1 Puloampel Kab. Serang Provinsi Banten. Saya memiliki hobi menulis, meskipun karya saya belum begitu banyak dan belum dikenal banyak orang. Tetapi beberapa pengalaman entah itu kursus menulis, kursus jurnalistik atau belajar secara otodidak. Mengirim tulisan dikoran, mengaktifkan mading disekolah dan membuat majalah sekolah, membuat blog atau website pribadi, menulis dan share tulisan lewat medsos, ikut diklat atau workshop perpustakaan, banyak diskusi dan memcaca buku-buku tentang kepenulisan dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Itu saya jadikan sebagai modal untuk mengembangkan literasi untuk orang-orang yang ada disekitar saya. Termasuk sekolah tempat saya bekerja. Jadi apa yang saya miliki dan sedikit ilmu yang saya punya ingin sekali saya share atau bagikan lewat Rumah menulis ini.

Selamat Datang di Rumah Menulis

Assalamu’alakum wr. wb. Sebelumnya terimakasih telah mampir diblog kami.

Salah satu arti dari literasi adalah kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan untuk berkomunikasi dan memahami dunia, selain itu juga bermakna memahami dan dapat menggunakan skill atau kemampuan seseorang baik itu dalam berkomunikasi maupun mengolah informasi dan pengetahuan dalam bidang atau aktivitas tertentu.

Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi ialah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca

Dalam hal ini kami fokus pada literasi baca tulis. dan kegiatan literasi itu harus dibangun dan diberikan dukungan baik itu dimulai dari sejak dini maupun hingga dewasa. Literasi adalah salah satu kegiatan yang sangat penting, dimana untuk memhami segala hal perlu yang namanya literasi. Begitupun dengan Rumah menulis adalah sebuah wadah, sebuah ruang dan sebuah tempat untuk menyatukan sebuah hobi dan untuk melatih literasi baik itu untuk gemar membaca maupun ahli dalam menulis.

Apa rumah menulis itu?