Ingin Jadi Penulis, Coba Cek Gaya Nulis J.S. Khairen

Spread the love

Tidak hanya itu, J.S. Khairen juga pandai membangun emosi secara perlahan. Ia tidak langsung “menyerang” pembaca dengan kalimat yang terlalu dramatis, melainkan membawa mereka masuk ke dalam cerita terlebih dahulu. Di bagian akhir, barulah ia memberikan refleksi yang sering kali terasa seperti “tamparan halus” yang menyadarkan.

Dari gaya tersebut, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil. Pertama, tulislah dengan gaya sendiri, karena keunikan adalah nilai utama seorang penulis. Kedua, ambil ide dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Ketiga, jujurlah dalam menyampaikan emosi agar tulisan terasa hidup. Keempat, buat pembaca merasa relate dengan cerita yang disampaikan. Dan terakhir, konsistensi dalam menulis jauh lebih penting daripada menunggu inspirasi datang.

Pada akhirnya, menulis bukan soal seberapa indah kata-kata yang digunakan, tetapi seberapa dalam tulisan itu bisa dirasakan. Seperti yang ditunjukkan oleh J.S. Khairen, tulisan yang sederhana pun bisa memiliki dampak besar jika ditulis dengan hati dan kejujuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *