Mimpiko Jadi Penulis

Spread the love

Dalam satu kesempatan, ia berkata pelan:

“Hargailah penulis. Kagumilah penulis. Buku yang kalian baca lahir dari kerja keras—menulis sepanjang hari, sepanjang malam, sepanjang tahun. Mereka menulis dengan keyakinan bahwa suatu hari, tulisannya akan berguna.”

Malam itu, Raka kembali duduk di depan laptop. Lampu meja menyala redup. Dunia sunyi.

Ia teringat istrinya yang dulu marah karena lelah.
Ia teringat anaknya yang pernah hampir tak minum susu.

Dan ia tahu satu hal dengan pasti:

dari kemiskinan, dari rapor merah, dari rumah tangga yang nyaris runtuh—kata-kata benar-benar telah menyelamatkannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *