Diam-diam Jadi Penulis

Spread the love

Anne Frank, yang menulis dari ruang sempit dan ketakutan, pernah berkata, “I can shake off everything as I write; my sorrows disappear, my courage is reborn.” Menulis bukan hanya soal berbagi dengan dunia, tetapi juga tentang berdamai dengan diri sendiri.

Esensi dari menulis—sering kali tanpa disangka—adalah menjadi seseorang yang memberi dampak positif. Bukan dengan ceramah panjang, melainkan dengan kalimat yang jujur. Bukan dengan slogan kosong, tetapi dengan pengalaman yang dibagikan apa adanya. Di situlah menulis berubah menjadi kampanye sunyi: bahwa kata-kata bisa menjadi jalan kebaikan.

Menulis adalah cara meninggalkan jejak. Jejak pikiran, jejak empati, jejak keberanian. Saat seseorang membaca tulisan kita dan merasa tidak sendirian, saat pembaca menemukan sudut pandang baru, atau sekadar tersenyum dan merenung—di situlah kebaikan bekerja. Tidak selalu besar, tetapi nyata.

Maka, tidak apa-apa jika hari ini kita menulis diam-diam. Tidak apa-apa jika belum banyak yang tahu. Selama kita terus menjaga disiplin, konsistensi, dan motivasi, tulisan akan menemukan jalannya sendiri. Menjadi penulis bukan tentang seberapa cepat dikenal, melainkan seberapa setia kita pada proses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *