Menulis pun tidak harus sekali jadi. Tidak ada kewajiban melahirkan buku dalam semalam. Yang lebih penting adalah sedikit tapi pasti. Satu paragraf hari ini, dua halaman minggu depan, sepuluh halaman sebulan kemudian. Target kecil yang realistis jauh lebih kuat daripada ambisi besar tanpa pijakan. Disiplin bekerja pelan, tetapi ia jarang mengkhianati hasil.
Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” Kalimat ini mengingatkan bahwa menulis bukan soal kecepatan atau sensasi, melainkan tentang keberlanjutan. Tentang keberanian meninggalkan jejak.
Motivasi menulis pun perlu dipegang teguh, apa pun bentuknya. Ada yang ingin dikenal, ada yang ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan, ada pula yang menulis semata karena mencintai prosesnya. Tidak ada motivasi yang lebih mulia dari yang lain, selama ia jujur. Justru motivasi yang jujur itulah yang akan menolong penulis bertahan saat tulisannya sepi pembaca atau bahkan ditolak berkali-kali.